Ambon – Kejaksaan Negeri Kabupaten Maluku Tengah mungusut dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 dan 2021 di kabupaten tertua di Maluku itu.

Dalam kasus ini, sebanyak 396 Kepala Sekolah diperiksa Kejari Malteng. Selain Kepsek, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malteng Teddy Salampessy serta mantan manejer dana BOS, Okto Noya dan operator dana BOS Lucky juga diperiksa.

Kejari melakukankan pemeriksaan terhadap para pihak atas kasus tersebut pada Desember 2022 hingga Januari 2023.

“Jadi disitu, sebagai penegak hukum kami menindaklanjuti laporan masyarakat, setelah laporan kita terima, kami mulai mengumpulkan data. Dari hasilnya itu ada indikasi (penyalahgunaan). Makanya kami langsung surati para pihak dalam hal ini Kepsek maupun Dinas untuk mengetahui kebenaran dari laporan tersebut,” ujar Kepala Kejari Malteng Nur Akhirman, Selasa (24/1/2023).

Kepala Kejari Maluku Tengah, Nur Akhirman.

Kasus ini, lanjut Nur, masih diproses pihaknya. Kejari masih menggumpulkan data. Jika semua data selesai dikumpulkan, baru diputuskan apakah kasus tersebut ada unsur perbuatan tindak pidana kurupsi atau tidak.

“Yang kami periksa itu dana BOS reguler dan dana BOS afirmasi. Tahun 2020 dan 2021,” jelas Nur.

Nur juga tidak mau membeberkan berapa besar temuan indikasi penyalahgunaan dana BOS dua tahun yang diselidiki pihaknya. Karena menurut Nur besaran indikasi tersebut idealnya dibicarakan oleh ahlinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malteng Teddy Salampessy, membenarkan kalau ia diperiksa kejaksaan terkait dana BOS.

“Benar, saya diperiksa tapi bukan saya sendiri ada juga mantan manejer BOS pak Okto Noya dan operatonya pak Lucky. Untuk kelanjutan saya belum tahu info terbaru. Pemeriksaan terkait pengadaan sampul rapor yang ada dalam mata anggaran dana BOS itu,” tutur Teddy. (dm1)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *