" />

Ambon – Manajemen RSUP dr. Johannes Leimena akhirnya angkat suara menanggapi keluhan publik terkait pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), setelah munculnya pemberitaan salah satu media online pada 25 November 2025 berjudul “Pelayanan RSUP Leimena Disorot, KNPI Maluku: ‘Pasien Berjam-jam di UGD Tanpa Kamar, Ini Tidak Bisa Dibiarkan!”

Dalam keterangan resmi yang diterima detikmalukucom, Direktur Utama RSUP dr. Johannes Leimena drg Saraswati, MPH menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang dialami pasien dan keluarga selama menunggu proses pemindahan dari IGD ke ruang rawat inap.

“Kami memahami rasa lelah, kecemasan, dan tekanan psikologis keluarga pasien ketika harus menunggu lama. Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Situasi ini bukan sesuatu yang kami inginkan, dan kami terus berupaya memperbaikinya,” ungkap Saraswati.

Ia mengungkapkan bahwa dalam empat bulan terakhir tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 85%, sehingga memicu antrean lebih panjang dari biasanya.

Saat ini RSUP Leimena memiliki
230 TT termasuk 13 TT isolasi, 8 TT intensif dewasa, dan 15 TT intensif anak dan bayi

“Selain pasien IGD, kamar rawat inap juga digunakan pasien poliklinik yang akan menjalani operasi. Jadi ruang perawatan harus dipersiapkan sesuai standar keselamatan medis,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan pasien di IGD dilakukan berdasarkan triase medis, menentukan prioritas sesuai tingkat kegawatan.

“Penanganan pasien triase merah kami dahulukan karena terkait ancaman nyawa. Sedangkan pasien triase kuning dan hijau kami tangani sesuai kondisi klinis sembari menunggu ruang perawatan yang tepat,” kata Saraswati.

Ia menambahkan bahwa dalam pertemuan bersama Komisi IX DPR RI awal November 2025, manajemen RSUP Leimena telah menyampaikan kondisi keterbatasan ruang rawat inap dan perlunya kolaborasi antar rumah sakit rujukan di Maluku.

“Kami berharap pelayanan bisa ditangani bersama secara optimal oleh RSUP Leimena dan RSUD dr. M. Haulussy sebagai pusat rujukan. Ini tanggung jawab bersama untuk masyarakat Maluku,” tambahnya.

Pihak rumah sakit juga menegaskan komitmen mempercepat proses alur pemindahan pasien serta meningkatkan mutu layanan.

“Keluhan masyarakat adalah alarm bagi kami. Kami berkomitmen mempercepat sistem alur rawat inap, menambah kapasitas layanan, dan meningkatkan mutu agar pasien merasa aman, nyaman, dan diperlakukan manusiawi,” tutup Saraswati. (dm1)

Bagikan: