Masohi – Kekerasan dalam rumah tangga, baik yang dialami perempuan maupun anak, adalah musuh bersama yang harus dihadapi dengan kesungguhan hati.
Demikian seruan Bupati Maluku Tengah yang dibacakan Plt Asisten Bidang Administrasi umum Setda Malteng, Halid Pattisausiwa saat membuka diskusi publik Kekerasan Dalam Rumah Tangga berlangsung di Baileo Ir Soekarno Masohi, Sabtu 4 Oktober 2025.
“Kekerasan bukan hanya melukai tubuh, tetapi juga meninggalkan luka batin yang dalam dan berdampak pada masa depan generasi kita,” kata Pattisausiwa.
Pattisahusiwa mengungkapkan data kasus kekerasan seksual anak di Kabupaten berjuluk Pamahanunusa itu masih terbilang tinggi.
“Data yang kita miliki menunjukkan, bahwa pada tahun 2024 jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku Tengah mencapai 42 kasus, terdiri dari 29 kasus terhadap anak dan 13 kasus terhadap perempuan,” ujarnya.
Sementara pada tahun 2025, sejak Januari hingga Agustus, terdapat 15 kasus, yakni 7 kasus terhadap anak dan 9 kasus terhadap perempuan.
Bentuk kekerasan itu beragam, mulai dari KDRT, kekerasan fisik dan psikis, persetubuhan, penelantaran, pencabulan, hingga perdagangan orang (trafficking).
“Data ini menjadi alarm bagi kita semua. meskipun jumlah kasus tahun 2025 menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun satu kasus kekerasan saja sesungguhnya sudah terlalu banyak,” jelasnya.
Karena setiap anak, setiap perempuan, berhak hidup aman, bahagia, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan.
“Perlu saya tegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menaruh perhatian besar terhadap isu kekerasan Perempuan dan Anak. Kami tidak akan pernah berhenti berkomitmen dalam mencegah dan menangani kekerasan dalam rumah tangga,” ungkapnya.
Tentu, upaya yang harus dilakukan tidak bisa hanya dari pemerintah, melainkan harus melibatkan seluruh pihak, baik lembaga legislatif, aparat penegak hukum, lembaga swadaya masyarakat, media, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat itu sendiri.
“Untuk itulah, dialog publik hari ini menjadi ruang yang sangat penting dalam menyatukan persepsi, memperkuat sinergi, serta mencari solusi yang lebih konkret,” pungkasnya. (dm1)





