Ambon – Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara memiliki program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dalam rangka menyediakan beras yang terjangkau bagi masyarakat dengan menyalurkan 1.431 ton beras.
Hal ini disampaikan Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Perum Bulog Maluku Arwyati Ridwan, kepada wartawan di Kantor Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Jumat (27/1/23).
Arwyati mengatakan, program ini cukup menarik perhatian masyarakat apalagi beras ini dijual di pasar tradisional Kota Ambon seperti di Pasar Mardika dan Batu merah dengan harga hanya Rp10.000 per kilogram sesuai dengan yang ditentukan oleh pemerintah.
“Untuk satu hari beras dapat terjual 100 hingga 200 ton, Selasa (24/1/2023) lalu telah terjual sebanyak 259 ton. Karena itu, dengan melihat kondisi yang terjadi sejak awal Januari sampai hari ini, maka kita menargetkan sampai tanggal 31 Januari bisa tersalur sebanyak 2.000 ton beras,” katanya.
Arwyati menjelaskan jika terjadi kekurangan stok, maka Bulog Maluku akan memasok lagi dari daerah produksi beras seperti Jawa Timur (Jatim) dan juga Sulawesi Selatan (Sulsel) guna memenuhi kebutuhan di Maluku. Program SPHP ini dapat membantu pemerintah dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan di Kota Ambon maupun Maluku pada umumnya.
Pelaksanaan SPHP Beras 2023 ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bapanas Nomor 15 Tahun 2022 dan Surat Kepala Bapanas Nomor 02/TS.03.03/K/1.2023 dan untuk wilayah Maluku harganya sebesar Rp8.900 per kilogram di tingkat satgas, pengecer, pedagang eceran, toko modern, TPK, RPK, koperasi, dan/atau pedagang eceran lainnya.
Arwyati juga menambahkan, tugas Bulog yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas harga khususnya komoditas beras sebagai pengendali inflasi serta penyeimbang kenaikan harga pangan pokok melalui operasi pasar secara langsung di tingkat eceran atau Rumah Pangan Kita (RPK) dan mitra yang ada di pasar tradisional atau modern serta tempat-tempat yang mudah dijangkau. (dm3)