" />

Masohi – Pada Juni 2024 angka inflasi y-on-y Kabupaten Maluku Tengah sebesar 2,36 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,57.

Sementara itu, inflasi y-on-y Maluku Tengah per Juni 2025 mengalami penurunan menjadi 2,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,00. 

Meski IHK Juni 2025 naik dari sebelumnya berarti harga-harga barang dan jasa secara umum meningkat, namun kenaikan melambat hal itu karena inflasi Juni 2025 menurun dibandingkan inflasi Juni 2024. 

Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata pun beri respon positif setelah mendapat rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tentang inflasi Maluku Tengah pada Selasa 1 Juli 2025. 

Selain inflasi y-on-y alami penurun pada Juni, dalam tiga bulan terakhir, angka inflasi Maluku Tengah telah mengalami penurunan secara berturut-turut. Pada bulan April, inflasi tercatat sebesar 2,96 persen, kemudian turun menjadi 2,84 persen pada bulan Mei, dan kembali turun menjadi 2,30 persen pada bulan Juni.

“Jadi, tiga bulan berturut-turut ada tren penurunan angka inflasi,” ujar Mario, Selasa (1/8/2025).

Dikatakan tingkat inflasi bulanan (m-to-m) Maret 2025 tercatat sebesar 1,89 persen, sementara inflasi tahunan mencapai 2,30 persen. 

Komponen penyumbang utama inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada beberapa kelompok, seperti makanan, minuman, dan tembakau, perlengkapan rumah tangga, kesehatan, penyediaan makanan dan minuman/restoran, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Pemerintah daerah, kata Mario, terus berkomitmen untuk menekan laju inflasi sambil menyiapkan kebijakan-kebijakan konkret untuk mendorong daya beli masyarakat dan menjaga pasokan serta harga barang tetap stabil. 

“Pemerintah daerah akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Mario. (dm1)

Bagikan: