Tanam 10 Juta Pohon Kelapa, Pemkab Aru Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang

Dobo – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menjadikan program penanaman 10 juta pohon kelapa sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Sabtu (12/6/2026).

Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel mengatakan program tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang yang diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.

“Program 10 juta pohon kelapa ini menjadi prioritas pemerintah daerah karena kami ingin membangun fondasi ekonomi masyarakat yang kuat dan berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aru,” ujar bupati.

Kaidel menilai kelapa merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, sehingga berpotensi menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan. Selain penanaman, pemerintah juga akan mendorong penguatan sektor hilir agar hasil kelapa memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Dengan luasnya potensi lahan yang dimiliki Kepulauan Aru, Kaidel optimistis daerah ini dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi kelapa di kawasan timur Indonesia. Ia pun mengajak masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program tersebut.

“Ini bukan hanya program menanam pohon, tetapi juga upaya membangun masa depan ekonomi masyarakat. Ketika pohon-pohon ini mulai berproduksi, manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menilai pengembangan sektor perkebunan, khususnya kelapa, dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan pembangunan. (dm2)

Disclaimer: Dilarang mengutip, menyalin, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin dari redaksi.