Bupati Kaidel Targetkan Cakupan Cek Kesehatan Gratis Capai 90 Persen

Dobo – Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menargetkan cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di daerahnya mencapai 90 persen dalam lima tahun ke depan.

Untuk mencapai target tersebut, seluruh tenaga kesehatan diminta lebih proaktif menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa dan rumah tangga.

Hal itu disampaikan Kaidel saat membuka kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2026 yang berlangsung di Gospel Caffe, Dobo, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Aru Adolof Pokar, Kepala Dinas P2KBP3A yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan Aris Frits I. Gainau, dr. Sakti Zakaria Sitorus, Danramil 1503-03/Dobo Kapten Infanteri Edi Patimin, para camat, lurah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Kaidel menegaskan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis merupakan program nasional yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata.

Menurut dia, pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Kepulauan Aru masih menghadapi tantangan karena tingkat partisipasi masyarakat belum optimal.

“Program ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Cek kesehatan gratis sangat penting untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini sehingga dapat segera ditangani,” ujar Kaidel.

Kaidel mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah, capaian pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Kepulauan Aru masih berada pada posisi terendah dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Maluku.

Kondisi tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong seluruh puskesmas dan tenaga kesehatan untuk melakukan pendekatan yang lebih aktif kepada masyarakat.

“Kalau masyarakat tidak datang ke puskesmas, maka petugas harus memiliki strategi untuk mendatangi masyarakat. Dengan cara itu target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh aparatur pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kepulauan Aru untuk tidak ragu mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Ia menegaskan bahwa seluruh hasil pemeriksaan akan dijaga kerahasiaannya oleh tenaga kesehatan dan justru menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

Menurutnya, semakin cepat suatu penyakit diketahui, semakin besar peluang untuk dilakukan penanganan dan pencegahan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

“Jangan takut melakukan pemeriksaan kesehatan. Justru dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, kita bisa melakukan langkah pencegahan dan pengobatan lebih cepat,” ungkapnya.

Kaidel menilai keberhasilan Program Cek Kesehatan Gratis membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Ia berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan manfaat program tersebut sehingga tingkat partisipasi masyarakat terus meningkat setiap tahun.

Usai pembukaan kegiatan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bupati Kepulauan Aru, Plt Sekretaris Daerah Adolof Pokar, serta dr. Sakti Zakaria Sitorus terkait strategi percepatan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Kepulauan Aru. (dm2)

Disclaimer: Dilarang mengutip, menyalin, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin dari redaksi.