Ambon – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar A. Lessy, menegaskan komitmennya membawa Partai Golkar menjadi kekuatan politik utama di Maluku. Komitmen tersebut akan menjadi salah satu arah perjuangan kepengurusan DPD Partai Golkar Maluku periode 2025–2030 yang dijadwalkan dilantik pada Sabtu (7/11/2026).
Pelantikan yang akan dipusatkan di Hotel Santika Premiere Ambon itu direncanakan dilakukan langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Agenda ini menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan langkah politik menghadapi Pemilu dan Pilkada mendatang.
Umar mengatakan, pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian dan pengukuhan pengurus, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membenahi organisasi, memperkuat soliditas kader, serta memastikan seluruh jajaran partai bekerja dengan orientasi yang jelas dan terukur.
“Bagi kami, pelantikan ini bukan garis akhir dari sebuah proses organisasi, tetapi justru menjadi titik awal untuk bekerja lebih serius. Saya ingin seluruh pengurus memahami bahwa jabatan adalah amanah, dan amanah itu harus dibuktikan melalui kerja nyata, kedekatan dengan masyarakat, serta prestasi politik,” katanya di Ambon, Jumat (6/11/2026)
Ia menegaskan, Golkar Maluku tidak boleh hanya mengandalkan sejarah panjang dan kebesaran nama partai. Seluruh kader harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, membangun komunikasi politik yang terbuka, serta menghadirkan kerja-kerja nyata hingga ke pelosok kabupaten dan kota.
“Target kita jelas, Golkar harus menjadi partai pemenang di Maluku. Untuk mencapai itu, tidak cukup hanya dengan membangun struktur kepengurusan. Kita harus memperkuat mesin partai sampai ke tingkat paling bawah, menjaga kekompakan, dan memastikan seluruh kader hadir di tengah masyarakat,” tambah Umar.
Bidik Penambahan Kursi di Seluruh Tingkatan
Umar menyebut, salah satu agenda utama kepengurusan yang dipimpinnya adalah meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Golkar Maluku menargetkan penambahan kursi di DPRD Provinsi Maluku maupun DPRD di 11 kabupaten/kota.
Menurutnya, target tersebut hanya dapat dicapai melalui kerja organisasi yang terencana, pemetaan kekuatan politik di setiap daerah pemilihan, penguatan kader, serta proses rekrutmen calon legislatif yang mempertimbangkan kapasitas dan penerimaan masyarakat.
“Kita ingin ada peningkatan jumlah kursi, baik di DPRD Provinsi maupun di seluruh DPRD kabupaten/kota. Karena itu, konsolidasi harus dilakukan dari sekarang. Setiap daerah memiliki karakter dan tantangan politik yang berbeda, sehingga seluruh pengurus harus mampu membaca potensi wilayahnya dan bekerja sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya membidik peningkatan kursi di parlemen daerah, Umar juga memasang target agar Partai Golkar kembali memiliki keterwakilan dari Maluku di DPR RI. Baginya, kehadiran wakil Golkar Maluku di Senayan merupakan bagian penting dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat Maluku di tingkat nasional.
“Kita juga punya tekad untuk merebut kursi DPR RI dari daerah pemilihan Maluku. Aspirasi masyarakat Maluku harus memiliki saluran perjuangan yang kuat di tingkat pusat. Ini membutuhkan kerja bersama, persiapan kader yang matang, serta strategi politik yang dibangun jauh sebelum tahapan pemilu dimulai,” tukasnya.
Konsolidasi Menuju Pemilu dan Pilkada
Selain target legislatif, Umar menegaskan Golkar Maluku akan mempersiapkan diri menghadapi kontestasi Pilkada berikutnya. Ia menginginkan partai memiliki kesiapan organisasi dan politik untuk mengusung kader-kader terbaik dalam kontestasi kepemimpinan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Menurutnya, kemenangan dalam Pilkada tidak bisa dibangun secara instan. Partai harus memiliki basis dukungan yang kuat, komunikasi politik yang terpelihara, serta kader yang dikenal dan dipercaya masyarakat.
“Target kita bukan hanya menambah kursi legislatif, tetapi juga memenangkan Pilkada. Golkar harus mempersiapkan kader-kader terbaik, membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, dan memperkuat kerja politik di setiap daerah. Kita ingin Golkar hadir sebagai partai yang memiliki kontribusi nyata dalam menentukan arah pembangunan Maluku,” ungkapnya.
Umar juga mengajak seluruh kader, mulai dari pengurus DPD provinsi, DPD kabupaten/kota, organisasi sayap, hingga kader di tingkat kecamatan dan desa/negeri, untuk menanggalkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan organisasi.
Ia menilai, soliditas internal menjadi modal penting untuk menjalankan agenda politik partai. Perbedaan pandangan dalam organisasi, katanya, harus ditempatkan sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang diselesaikan melalui mekanisme dan aturan partai.
“Tidak ada kemenangan tanpa kerja bersama. Saya ingin seluruh kader bergerak dalam satu barisan, satu semangat, dan satu tujuan. Kita harus membangun Golkar yang solid, terbuka, dan semakin dekat dengan rakyat. Kebesaran partai ini harus kita rawat dengan kerja, bukan hanya dengan cerita masa lalu,” ujarnya.
Pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Maluku periode 2025–2030 di Hotel Santika Premiere Ambon diharapkan menjadi momentum konsolidasi untuk menerjemahkan target-target tersebut ke dalam program kerja dan langkah organisasi yang konkret.
Dengan kepengurusan baru, Golkar Maluku menghadapi pekerjaan besar: memperkuat organisasi di wilayah kepulauan, memperluas basis dukungan, meningkatkan perolehan kursi legislatif, serta mempersiapkan kader untuk kontestasi politik mendatang. Seluruh target itu pada akhirnya akan diuji melalui kerja partai dan hasil yang diperoleh dalam pemilu. (dm2)








