Jakarta – Kepemimpinan Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel kembali mencatatkan capaian penting. Kabupaten Kepulauan Aru berhasil meraih predikat Outstanding: Child-Friendly District (Kabupaten Layak Anak Unggul), sebuah pengakuan tertinggi atas komitmen daerah dalam memenuhi dan melindungi hak-hak anak secara menyeluruh.
Predikat tersebut diberikan berdasarkan penilaian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia, setelah Kepulauan Aru dinilai mampu memenuhi berbagai indikator Kabupaten Layak Anak (KLA)dengan hasil luar biasa. Penilaian mencakup penguatan kelembagaan, pemenuhan hak sipil anak, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan, hingga perlindungan khusus bagi anak.
Capaian ini tidak lepas dari arah kebijakan Bupati Timotius Kaidel yang sejak awal menempatkan anak sebagai pusat pembangunan manusia di Kepulauan Aru. Dalam berbagai kesempatan, Timotius menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi dari sejauh mana negara hadir melindungi generasi masa depan.
“Anak-anak Aru harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh harapan. Itu bukan sekadar program, tetapi tanggung jawab moral pemerintah kepada rakyat,” ujar Timotius Kaidel.
Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru mendorong pembangunan sistem ramah anak yang terintegrasi, melibatkan pemerintah, masyarakat, lembaga keagamaan, dunia pendidikan, serta dunia usaha. Pendekatan kolaboratif ini dinilai menjadi kekuatan utama yang mengantarkan Aru meraih predikat Outstanding.
Sejumlah kebijakan strategis dijalankan, mulai dari penguatan regulasi perlindungan anak, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, penyediaan ruang publik ramah anak, hingga sistem pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak yang lebih responsif. Program-program tersebut dirancang tidak elitis, tetapi menyentuh langsung kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan.
Masyarakat menilai kepemimpinan Timotius Kaidel sebagai sosok yang dekat dan memahami kebutuhan rakyat. Pendekatan humanis yang konsisten, khususnya dalam isu perlindungan anak dan keluarga, membangun kepercayaan publik terhadap arah pembangunan daerah.
KemenPPPA menilai bahwa Kepulauan Aru menunjukkan praktik baik dalam membangun sistem pengembangan berbasis hak anak yang berkelanjutan. Predikat Outstanding Kabupaten Layak Anak menandakan bahwa daerah ini tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi melampauinya dengan inovasi dan keberpihakan yang nyata.
Bagi Timotius Kaidel, penghargaan tersebut bukan tujuan akhir. “Pengakuan ini adalah amanah. Pemerintah harus terus hadir, mendengar, dan melindungi anak-anak Aru sebagai pewaris masa depan daerah ini,” katanya.
Dengan capaian tersebut, Kepulauan Aru menegaskan diri sebagai daerah yang membangun dengan hati, sekaligus memperkuat posisi Timotius Kaidel sebagai pemimpin yang bekerja senyap namun berdampak, dan karenanya semakin dicintai rakyatnya. (dm2)









