Dobo – Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Kepulauan Aru telah tiba di Kota Ambon dan siap mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026.
Wakil Bupati Kepulauan Aru, Moh. Djumpa, yang juga bertindak sebagai Ketua Rombongan Kafilah Kabupaten Kepulauan Aru, mengatakan seluruh peserta dalam kondisi siap mengikuti seluruh rangkaian perlombaan yang akan berlangsung di Kota Ambon.
“Kami sudah tiba di Ambon sejak kemarin dan siap mengikuti seluruh agenda MTQ. Kekuatan kontingen Kabupaten Kepulauan Aru berjumlah 55 orang yang terdiri dari peserta, pelatih, official, dan para pendamping,” ujar Djumpa kepada wartawan, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Kepulauan Aru akan mengikuti enam cabang mata lomba dengan sembilan golongan yang dipertandingkan. Sejumlah cabang lomba pun menjadi target utama untuk meraih prestasi terbaik.
“Ada sekitar empat hingga lima mata lomba yang menjadi target kami. Tentu target utama adalah meraih juara. Kami berharap peserta terbaik yang kami kirim dapat membawa pulang prestasi, baik juara satu, dua maupun tiga. Semua peserta datang dengan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Kepulauan Aru,” ujarnya.
Menurut Djumpa, persiapan peserta telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu melalui program pembinaan dan pelatihan secara intensif. Selain meningkatkan kemampuan di bidang tilawah dan cabang lomba lainnya, kondisi fisik serta kesehatan para peserta juga terus dipantau.
“Peserta sudah kami bina dan latih selama beberapa bulan. Kesehatan mereka juga kami kontrol dengan baik. Kami yakin mereka mampu mengikuti seluruh perlombaan hingga selesai dalam kondisi prima,” katanya.
Lebih lanjut, Djumpa menegaskan bahwa keikutsertaan kafilah Kabupaten Kepulauan Aru dalam MTQ bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi juga untuk menguatkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami datang bukan hanya mengejar juara. Yang lebih penting adalah bagaimana hikmah dan makna Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas iman, akhlak, dan karakter generasi muda Islam di Kabupaten Kepulauan Aru,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Kepulauan Aru merupakan daerah yang memiliki tingkat keberagaman yang tinggi dengan berbagai suku, etnis, dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis.
“Aru adalah daerah yang heterogen. Ada berbagai agama dan sekitar 30 etnis yang hidup bersama. Karena itu kami berharap para peserta tidak hanya pulang membawa prestasi, tetapi juga membawa akhlakul karimah, semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan yang dapat memperkuat kehidupan beragama di daerah kami,” ujarnya.
Melalui ajang MTQ ini, para peserta juga diharapkan dapat memperluas jaringan persahabatan dan silaturahmi dengan generasi muda Islam dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku.
“Mudah-mudahan pengalaman yang diperoleh selama MTQ ini menjadi bekal berharga bagi generasi muda Aru untuk terus berkembang dan menjadi bagian dari pembangunan daerah yang religius, damai, harmonis, dan maju sesuai visi pembangunan Kabupaten Kepulauan Aru,” ungkap Djumpa.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kepulauan Aru, Armand Walay, mengaku optimistis terhadap kemampuan para peserta yang telah menjalani proses pembinaan dan pelatihan secara maksimal.
“Meski waktu persiapan relatif singkat, kami telah berupaya semaksimal mungkin dalam membina dan melatih peserta. Dengan kerja keras dan doa bersama, kami berharap Kafilah Kabupaten Kepulauan Aru dapat meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah pada MTQ Provinsi Maluku Tahun 2026,” tutupnya. (dm1)









