Pemda Buru Sudah Maksimal Membangun Jalan di Batabual

0
96
Kepala BAPPEDA Buru, Najib Hentihu.

Ambon – Pemerintah Daerah Kabupaten Buru merespons unjuk rasa sejumlah mahasiswa dan pemuda yang menuntut pembangunan jalan di Kecamatan Batabual. Pemda Buru mengaku sudah maksimal dalam membangun jalan di Kecamatan Batabual, akan tetapi terdapat kewenangan sesuai aturan namun tetap terus didorong agar percepatan pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Batabual.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Buru, Najib Hentihu mengatakan, sesuai dengan RPJMD Kabupaten Buru Tahun 2017-2022 dengan Visi “Kabupaten Buru yang maju menuju masyarakat bupolo yang sehat, cerdas, berakhlak, mandiri dan sejahtera” dan dijabarkan melalui misi : 1. Mewujudkan masyarakat bupolo yang sehat, cerdas, dan berakhlak. 2. Penyelenggaran pemerintahan yang amanah, profesional dan akuntabel 3. Peningkatan infrastruktur dan pengelolaan SDA yang lestari. 4. Pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan peningkatan daya saing ekonomi daerah. 5. Perwujudan ruang yang nyaman dan berkelanjutan.

“Pada misi ke-3 dan 4, dimana Pemda Buru terus berupaya untuk meningkatkan akseptabilitas dan pemerataan pembangunan pada seluruh wilayah yang ada di kabupaten Buru baik akses transportasi laut, udara dan darat. Akan tetapi, terdapat kewenangan sesuai aturan namun tetap didorong agar percepatan pembangunan infrastruktur dapat dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Batabual,” tandas Hentihu, Kamis (13/1/2022)

Diharapkan dengan pembangunan itu, merupakan titik pertumbuhan ekonomi baru dalam rangka mendukung Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan pada akhirnya harapan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran akan terwujud.

Berikutnya, berdasarkan  Perda No. 19 tahun 2012 tentang RTRW 2008-2028 terdapat 2 aspek:

1. Aspek Struktur Ruang:

– Terdapat 4 Wilayah Pengembangan (WP) WP I, WP II, WP III, dan WP IV. Kec. Batabual ibu kota Ilath masuk pada WP IV dengan leading sektor perkebunan dan perikanan.

– Pada Sistem transportasi terdapat 3 pintu keluar yakni ilath, Namlea dan Teluk Bara dan pintu keluar Kec. Batabual di Ilath dapat menghubungkan Maluku tengah, SBB dan juga kota Ambon.

2. Aspek Pola Ruang:

– Terdapat 5 Kawasan Strategis yakni Kawasan Strategis Namlea, Kawasan Strategis Teluk Bara, Kawasan Strategis Ilath, Kawasan Strategis Waenetat dan Kawasan Strategis Danau Rana. Kawasan strategis ini dilihat dari sudut kepentingan ekonomi, sosial, lingkungan hidup dan budaya.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka Jalan Batatual sejak tahun 2011 sudah di naikan status menjadi Jalan Provinsi melalui Keputusan Gubernur Maluku :

1. Keputusan Gubernur Maluku No. 450.3 tahun 2011 ttg penetapan satus ruas-ruas jalan sebagai jalan provinsi.

2. Keputusan Gubernur Maluku No. 273 tahun 2016 tentang penetapan ruas jalan menurut statusnya sebagai jalan provinsi.

Hentihu menambahkan, sejauh ini berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemda Buru dan Pemda Maluku, diantaranya:

1. Pembukaan Jalan dari Mako-Ilath melalui APBD Kabupaten dari Anggaran Multi Years sejak tahun 2010 dengan membuka jalan secara bertahap melalui peningkatan badan jalan, bangunan pelengkap, beberapa jembatan dan gorong-gorong dari Ruas Mako-Kaiely-Ilath.

2. Surat dari Pemda Buru kepada Gubernur Maluku tanggal 14 Mei tahun 2018, tentang Pengajuan peningkatan status jalan (Mako-Kaiely dan Kaiely-Ilath sepanjang 77,70 km)

3. Surat Ketua DPRD Kab. Buru kepada Kadis PUPR Provinsi Maluku tanggal 26 Februari 2020 tentang dukungan DPRD Kab. Buru pada pembangunan Ruas jalan Mako-Kaiely-Ilath sepanjang 77,70 km.

4. Maka Gubernur Maluku menindaklanjuti melalui Surat Gubernur Maluku kepada Menteri PUPR RI tanggal 30 Maret 2020 tentang Usulan peningkatan Fungsi Jalan (Pulau Buru : Mako-Kaiely-Ilath-Wamsisi: 318 km dan Teluk Bara-Waemulang-Leksula-Namrole: 192,38 km)

5. Pemda Provinsi juga sudah membangun secara bertahap jalan aspal baik hormix dan lapen sepanjang 27,8 Km ( 35%) dari total 77,7 km.

6. Pemda Provinsi masih terus berupaya ke kementerian untuk mengalihkan ruas Provinsi Mako-Kaiely, Kaiely-Ilath sepanjang 77,7 km  menjadi Ruas Jalan Nasional.

7. Pertemuan Bupati Buru bersama Bupati Buru Selatan bersama Kantor Staf Presiden tentang Rencana akan dibangun jalur pesisir melingkar Pulau Buru.

8. Selain jalan infrastruktur telekomunikasi, juga telah dibangun 7 unit Tower telepon, dan 10 unit internet pada pusat pendidikan dan pelayanan publik lainnya. (dm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here