Panca Karya Sedang On the Track, Kinerja Rusdy Ambon di Apresiasi

0
82
Direktur Utama Panca Karya, Rusdy Ambon, SE., M.Si

Ambon – Perusahaan Daerah (Perumda) Panca Karya kini sedang berjalan on the track. Penunjukan Rusdy Ambon sebagai Direktur Utama sejak dilantik 22 Mei 2019 oleh Gubernur Maluku Murad Ismail sudah memperlihatkan kinerja yang positif. Tak ayal, dengan sentimen positif itu banyak pihak yang mengapresiasi.

Sebagai buktinya, pada Januari 2020 lalu, Perumda Panca Karya penyetoran pendapatan asli daerah (PAD) ke I sebesar Rp. 1 miliar dari Bank Mandiri ke Bank Maluku dan Maluku Utara. Dan untuk penyetoran ke II pada Januari 2021 sebesar Rp. 400 juta.

Koordinator Perkumpulan Anak Muda Ambon (PAMA) Ridwan Karepesina mengatakan, Rusdy Ambon telah berhasil mengangkat perusahaan pelat merah itu dari kemelut kebangkrutan dan mampu menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu dengan prospek bisnis yang sehat.

Dikatakan, pada kepemimpinan Rusdi Ambon, berbagai gebrakan yang dilakukan sangat positif. Pembenahan tata kelola perusahaan pelat merah daerah ini, berjalan sesuai keinginan Gubernur Maluku, untuk meningkatkan income perusahaan.

“Ada beberapa hal yang sudah dilakukan pak Rusdi Ambon, bagimana pengelolaan sejumlah aset daerah yang dialihkan kepada Perusahaan Daerah Panca Karya, seperti, Christian Center, Islamic Center dan Lapangan Merdeka. Kemudian pengelolaan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Sardinella, yang lintasan penyeberangan Hunimua-Waipirit, yang sebelumnya mangkrak di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (kini Kabupaten Kepulauan Tanimbar), maka ditarik dan dikelola oleh Panca Karya,” ujarnya.

Menurutnya, PAMA juga menilai salah satu terobosan adalah penujukkan pengelolaan KMP Bahtera Nusantara 02 yang akan melintasi penyeberangan Ambon-Banda-Tual pergi pulang (PP) yang dikelola oleh Panca Karya dibawah kepemimpinan Rusdy Ambon.

“Hal ini untuk mendukung visi Pak Jokowi yaitu Nawacita, salah satunya adalah konektivitas antar laut, karena Maluku sebagai daerah kepulauan tentunya fasilitas transportasi laut itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat Maluku dalam upaya untuk konektivitas antar pulau,” ungkapnya.

Selain itu, Perumda Panca Karya telah melakukan penambahan 2 unit bus sekolah dan 3 bus wisata. Dan dalam kepemimpinan Rusdi Ambon sejak di perusahaan pelat merah ini mampu melakukan pembayaran sejumlah hutang warisan yang ditinggalkan oleh manajemen sebelumnya.

Ditambahkan, Perumda Panca Karya mendapatkan penyertaan modal Rp. 12 M untuk pembangunan kantor yang sudah tidak layak lagi yang dibangun dari tahun 1963. Untuk pembangunan kantor baru, saat ini masuk tahap 1 dengan alokasi anggaran Rp. 6 M pembangunannya hampir rampung. Selanjutnya, untuk tahap 2 alokasi anggaran Rp. 6 M akan dilaksanakan tahun 2021 ini.

Dijelaskan, terkait penyertaan modal ke depan untuk operasional Perumda Panca Karya, perlu dukungan Pemprov dan DPRD Maluku untuk inovasi sesuai potensi sumber daya alam Maluku dan ini sudah tertuang dalam Perda No 3 Tahun 2020 Tentang Penyertaan Modal Untuk Perumda Panca Karya.

“Besaran penyertaan modal itu sesuai kemampuan daerah, jadi tidak harus Rp. 12 M,” kata Rusdy.

Karena itu, PAMA sangat mengapresiasi kinerja Rusdi Ambon. PAMA menilai kinerja Rusdi Ambon di Perumda Panca Karya sudah on the track dan sangat baik.

“Tentunya kita sejauh ini kita menganggap bahwa kinerja pak Rusdi Ambon sangat baik. Kita harapkan dan kita mendorong kinerja pak Rusdi Ambon kedepannya akan lebih ditingkatkan. Pertama soal upaya untuk bagimana ada penyertaan modal dari DPRD Provinsi yang kurang lebih sekitar Rp 12 miliar, saya kira itu dana penyertaan yang cukup besar dan ini bisa dikelolah oleh Panca Karya dan bagimana bisa diputar agar bisa manghasilkan inkam bagi daerah, karena tujuan utama perusahaan daerah ini adalah bisa membarikan pendapatkan hasil daerah untuk pemerintah provinsi Maluku demi meningkatan ekonomi,” tuturya.

Namun, dibalik semua capaian itu Rusdy tetap rendah hati, dirinya mengakui semua keberhasilan yang dicapainya saat ini merupakan kerja banyak orang. Kerja Tim. Bukan dirinya sendiri. “Hasil yang dicapai sekarang ini bukan karena saya kerja sendiri, tetapi didukung oleh manejer keuangan dan juga manejer pemasaran dan umum. Ini kerja sama kita semua,” kata Rusdy.

Karakternya yang low profile dan suka tantangan, masih mempunyai impian untuk menjadikan Panca Karya menjadi akselerator utama ekonomi Maluku. “Ada ekspektasi besar untuk berbuat yang terbaik bagi Maluku,” sebutnya. (dm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here