Untuk Pertama Kali, Cabor Panjat Tebing Maluku Lolos Kuota PON XX Papua 2021

0
143
Ketua Umum Pengprov FPTI Maluku Rovik Akbar Afifudin (tengah) bersama pengurus FPTI Maluku.

Ambon – Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing Provinsi Maluku memastikan diri lolos sebagai peserta pada PON XX Papua tahun 2021 di masa pandemi Covid 19 ini dengan mengantongi satu tiket. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Maluku Rovik Akbar Afifudin.

“Kemarin Pengprov FPTI Maluku dikirimi Surat Keputusan dari PP FPTI tentang Penetapan peralihan kuota Lolos PON XX Papua 2021 dan Maluku memperoleh 1 kuota bersamaan dengan 4 provinsi lainnya yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara,” tutur Rovik, Minggu (6/12/2020).

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pada pelaksanaan Pra PON Zona III cabang olah raga panjat tebing yang dilaksanakan di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan dari tanggal 14-20 November 2019 diikuti oleh 14 Provinsi yang berada di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Kontingen Maluku menurunkan 18 atlet yang terdiri atas 8 atlet putra dan 10 atlet putri yang bertanding di berbagai kelas baik perorangan maupun tim. Hingga dengan akhir kompetisi Pra PON Zona III Maluku hanya berhasil berada di babak semi final untuk kelas boulder perorangan putra atas nama Sutrisno Solaiman.

Sehingga berdasarkan aturan penetapan kuota PON Zona III bahwa yang dinyatakan lolos ke PON XX Papua hanya atlet yang mengantongi medali emas dan perak di berbagi kelas, maka Maluku tidak memenuhi syarat untuk lolos ke PON XX Papua.

Akan tetapi, dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi Tekhnis (RAKORNIS) PP FPTI dengan seluruh Pengprov FPTI se-Indonesia pada tanggal 5-9 Oktober 2020 di Bali yang diwakili oleh ketua Harian Pengprov FPTI Maluku Alwi Ode, yang mana salah satu agenda yang menjadi pembahasaan adalah laporan kesiapan setiap pengprov FPTI yang memperoleh  Kuota PON pada ajang Pra PON Zona I, II dan III.

Dalam pembahasan tersebut ternyata ada beberapa Pengprov yang tidak bisa mengirimkan full atlit yang akan berlaga di PON XX Papua nanti sesuai dengan jumlah kuota yang diperoleh pada Pra PON zona yang diikuti lantaran keterbatasan biaya dan sebagainya.

Sehingga jumlah kuota yang kosong ini adalah menjadi kewenangan PP FPTI untuk dibagikan ke Pengprov FPTI peserta Pra PON yang tidak memperoleh kuota, tentu sesuai dengan tata aturan serta syarat yang berlaku di PP FPTI.

Alwi menambahkan, dari hasil RAKORNIS tersebut diputuskan bahwa terhitung satu bulan sejak selesai pelaksanaan RAKORNIS, PP FPTI akan menerima laporan tertulis tentang kesiapan dan kesediaan setiap pengprov FPTI mengirimkan jumlah atlet yang akan berlaga di ajang PON XX Papua 2021 nanti.

Setelah itu PP FPTI akan menerbitkan surat keputusan penetapan kuota lolos PON kepada setiap pengprov yang berhasil lolos termasuk Keptutusan peralihan kuota kepada pengprov FPTI yang tidak lolos.

Hasil dari Surat Keputusan tersebut tertanggal 26 November 2020 yang ditandatangani Ketua Umum PP FPTI ibu Yeni Wahid, Maluku memperoleh satu kuota lolos PON untuk berlaga di pesta olahraga empat tahunan ini.

“Harapan kami, meskipun dengan keterbatasan fasilitas dan finansial yang kami miliki, FPTI Maluku akan memberikan yang terbaik bagi daerah di pelaksanaan PON XX Papua 2021 nanti. Semoga setelah ini akan ada pembangunan sarana panjat tebing berstandar nasional yang difasilitasi oleh pemerintah baik daerah maupun pusat, sehingga bukan saja prestasi yang kami kejar tetapi sekaligus memasyarakatkan olahraga ini secara umum sehingga kedepan akan lahir atlet-atlet Maluku yang berprestasi baik secara nasional maupun internasional seperti pemegang rekor dunia kategori Speed WR atas nama Aries Susanti” kata Rovik. (dm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here