Mengcover Dunia Anak Dengan Ilmu Pengetahuan dan Skill

0
323
Handi Darusman Sella. Istimewa

Oleh: Handi Darusman Sella (Direktur Maluku Education “MADEC” )

Pada era sekarang ini, dimana semua hal yang tidak pernah bisa dijangkau oleh nalar dan rasio seseorang terhadap setiap hal dalam kehidupan benar-benar terjadi.

Semua proses begitu sangat menarik untuk ditelaah dari berbagai unsur pendekatan serta literatur masing-masing. Belum lagi ditambah dengan dari kacamata kejeniusan para profesor dan bahkan para pencetus dunia baru yang dimana mereka telah meneropong lajunya perkembangan dunia yang begitu sangat luar biasa.

Kita semua bisa melihat serta merasakan dinamika-dinamika yang semakin terasa diracik oleh negara-negara yang merasa mampu dalam segala urusan politik global. Semua berusaha mengumandangkan kekuatan masing-masing agar mendapatkan satu predikat berupa pengakuan Kehebatan dari negara-negara kolega dan bahkan mengharapkan sinyal dari negara-negara bekas jajahan masing-masing.

Saat ini jaga raya sedang dibuat bahkan dijerumuskan dalam kata “dilematis”, kali ini bukan persoalan terkait konsekuensi perubahan Cuaca serta iklim Alam.

Tetapi lebih tepatnya terkait dengan perang global, state vs state (negara melawan negara).

Hanya saja, perang kali ini sangat menarik, ada istilah yang sangat keren “kill without touching” (membunuh tanpa menyentuh).

Science is a Strategi

Tidak ada kata lain untuk dapat bersaing dalam dunia yang sungguh super ini selain ilmu pengetahuan dan skill.

Ilmu Pengetahuan merupakan jantung setiap regenerasi bangsa dalam memajukan Bangsanya dalam setiap pertarungan global.

Kita perhatikan apa yang telah di kemukakan oleh The Liang Gie bahwa ilmu adalah rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya, dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia”.

Dengan kata lain, kita bisa memaknai bahwa. Dunia ini hanya bisa diatur dengan Ilmu pengetahuan.

Dua kata ini, ilmu pengetahuan dan skill sekarang dijadikan sebagai ujung tombak persaingan antar negara. Semua hal yang terealisasikan didalam jagad raya ini tidak mungkin menafikan dua unsur yang luar biasa tersebut.

Ilmu pengetahuan dan skill terlebih dianggap sebagai senjata andalan untuk melumpuhkan megara lawan agar bisa tetap menjadi negara yang mampu survive.

Dimulai dari persaingan kebijakan ekonomi, politik, hukum dan keamanan. semua ini tidaklah terjadi begitu saja. Semua mempunyai strategi masing-masing. Dan semua strategi itu didasari dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni.

The Child is Hope

Sudah basi membicarakan generasi yang sudah habis masanya. Biarlah mereka dikenang dengan gaya membangun era mereka.

Selalu menjadi sorotan dan menarik untuk menjadi sebuah perbincangan dimana jikalau topiknya mengarah pada memupuk generasi. Mengupas kata generasi berarti sangat jauh kita menerawang mereka yang sudah kadaluarsa.

Untuk menjawab arah serta target capaian suatu bangsa agar bisa menjadi petarung dalam kancah global seperti yang sudah di singgung sebelumnya, maka kita harus tahu darimana persiapannya.

Darimana lagi kalau bukan dari anak-anak yang nantinya akan tumbuh menjadi seorang petarung bangsa sejati.

Persoalan yang mencuat, bagaimana upaya didikan serta perlakuan para petuah terhadap anak yang konon katanya selalu didambakan sebagai generasi emas bangsa.

Di Indonesia sangatlah miris. Kelihatannya, anak selalu menjadi sebuah tandem yang pas dalam setiap kasus persoalan.

Mengutip apa yang dikatakan oleh Menteri Pemberdayaan Perrempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmavati, sejak bulan Januari hingga bulan Juni 2020 terdapat 3.928 kasus kekerasan terhadap anak.

“Kalau kami mengacu pada data dari simponi PPA dari Januari hingga 17 Juni hampir 3.928 kasus kekerasan terhadap anak apakah itu kekerasan seksual, kekerasan fisik maupun kekerasan emosional, tapi hampir 55 persen memang itu terjadi kekerasan seksual,” kata Bintang dalam acara anugerah KPAI 2020 yang disiarkan secara virtual, Rabu (22/7/2020).

Jikalau representasinya seperti ini, dari mana kita akan meneropong masa depan anak agar bisa menjadi gerbang bangsa kedepan ?

Bintang Darmavati menargetkan prioritas pemerintah 5 tahun ke depan adalah menurunkan angka kekerasan terhadap anak dan upaya melindungi anak dari berbagai kejahatan.

Semua itu merupakan dinamika pendewasaan sebuah bangsa dan negara. Hanya saja, Sebagai bangsa yang besar dan sadar akan jati dirinya harus selalu welcome buat setiap persoalan.

Suplemen nasehat tidak boleh pudar dari benak generasi, semua para petuah mempunyai tanggung jawab yang sama terhadap setiap generasi. Agent of control itulah posisi para petuah yang sebenarnya harus tetap ada. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here