Fahri Apresiasi Penghentian Kasus Edison Betaubun

0
505
Dr. Fahri Bachmid

Ambon – Penyidik Polda Maluku yang ditempatkan pada Tim Sentra Penegakan Hu­kum (Ga­kumdu) Provinsi Maluku menghentikan kasus Edison Betaubun yang sebelumnya sudah dite­tapkan sebagai tersangka dalam dugaan pe­langgaran Pemilu.

Penyidik mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dengan alasan tidak cukup bukti untuk membawa calon anggota DPR RI dari Partai Golkar itu ke ranah pengadilan.

Kuasa hukum Edison Betaubun, Fahri Bachmid, mengapresiasi langkah hukum penyidik yang telah meng-SP3-kan kasus kliennya.

Menurutnya, hal ini telah sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik KUHAP maupun UU RI No.2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta UU RI No. 2 Tahun 2018 Tentang Perubahan UU RI No.17 Tahun 2014 Tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

“Dari perspektif hukum, kami melihat tindakan penghentian penyidikan oleh penyidik ini adalah murni yuridis dan dapat diterima secara baik,” terang pria Waimangit, Kabupaten Buru, yang baru saja meraih gelar Doktor Hukum Tata Negara di UMI, Makassar, Selasa (19/3/2019).

Seperti diketahui, Edison Betaubun disangkakan dengan diduga melakukan tindak pidana Pemilu mengikut­sertakan kepala desa, perangkat desa, badan permusyawaratan desa dan aparatur sipil negara dalam  kampanye anggota DPR RI, seba­gaimana dimaksud dalam pasal 493 jo 280 ayat 2 huruf f, h dan J UU No­mor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. (dm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here