DPC Peradi Ambon Gelar UPA Tahun 2018

0
846
Ketua DPC Peradi Ambon, Dr. (c) Fahri Bachmid.

Ambon – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Ambon menggelar Ujian Profesi Advokat (UPA) Sabtu 14 Juli tahun 2018 yang bertempat di aula kampus PGSD Universitas Pattimura. Kegiatan UPA ini secara serentak digelar di 34 kota diseluruh Indonesia.

Ketua DPC Peradi Ambon, Dr. (c) Fahri Bachmid mengatakan, secara normatif untuk menjadi seorang advokat berdasarkan ketentuan Pasal 3 ayat (1) huruf f Undang-Undang RI No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat harus terlebih dahulu lulus Ujian Profesi Advokat yang diselenggarakan oleh Organisasi Advokat. Dengan demikian, Peradi selaku Organisasi Advokat terbesar di Indonesia berkewajiban menyelenggarakan Ujian Profesi Advokat.

Suasana peserta mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA)

“Sejak lahirnya Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, Ujian Profesi Advokat tahun 2018 yang saat ini dilaksanakan adalah ujian yang ke 18 (delapan belas),“ pungkas Fahri, Sabtu (14/7/2018).

Dikatakan, jumlah peserta yang mendaftar untuk  mengikuti ujian tahun 2018 secara nasional diseluruh Indonesia sebanyak 5.396. Hal ini membuktikan, betapa besarnya kepercayaan yang diberikan kepada Peradi sebagai penyelenggara yang profesional dan kredibel guna melahirkan advokat-advokat yang terhormat (officium nobile). 

“Peradi yang diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan Ujian Profesi Advokat secara terus menerus berusaha meningkatakan kualitas dan penyempurnaan pelaksanaan ujian dengan mengedepankan atau mengutamakan prinsip “ZERO KKN” sebagai prinsip utama sehingga kelulusan calon-calon advokat dalam Ujian Profesi Advokat adalah benar-benar murni karena usaha dan kemampuan para calon advokat itu sendiri,” jelasnya.

Lulus ujian adalah salah satu syarat mutlak untuk dapat diangkat menjadi advokat oleh Peradi dan kemudian diambil sumpah oleh Pengadilan Tinggi  pada wilayah hukum setempat.

Selanjutnya, bagi peserta yang lulus ujian diwajibkan mengurus segala persyaratan yang ditentukan undang-undang untuk ditindaklanjuti oleh Peradi, dengan melakukan pengangkatan dan permohonan untuk bersumpah kepada Pengadilan Tinggi di seluruh Indonesia.

Agar para calon advokat tidak terkena sanksi dalam ujian ini, maka telah diwajibkan untuk patuhi seluruh ketentuan dalam buku panduan dan petunjuk yang disampaikan oleh supervisor atau asisten supervisor.       

“Khusus untuk Maluku dan Kota Ambon, Peserta Ujian Profesi Advokat (U.P.A) tahun 2018 ini yang mengikuti sebanyak 36 peserta,” lanjutnya.

Menurutnya, untuk menjawab kebutuhan hukum masyarakat, maka DPC Peradi Ambon akan terus melakukan akselarasi serta meningkatkan kualitas dan kuantitas adokat yang ada di Maluku agar kepentingan dan kebutuhan hukum masyarakat. Apalagi, pencari keadilan dari masyarakat miskin di Maluku ini adalah salah satu aspek fundamental yang harus dijawab oleh Peradi secara organisatoris berdasarkan mandat hukum yang diberikan oleh UU RI No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

“Atas nama panitia Ujian Profesi Advokat 2018 dan seluruh Pengurus DPC Peradi Ambon mengucapkan selamat mengikuti ujian. Semoga seluruh peserta ujian berhasil lulus dan segera menyandang profesi advokat yang nobile,” tutupnya. (dm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here