RR Resmi Polisikan Edwin Huwae

0
2452
Politisi Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPRD Maluku Richard Rahakbauw memberikan keterangan pers kepada wartawan usai melaporkan politisi PDIP sekaligus Ketua DPRD Maluku Edwin A. Huwae di Polda Maluku, Selasa (22/5/2018).

Ambon – Perseteruan Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae dan Wakilnya Richard Rahakbauw (RR) makin memanas dan memasuki babak baru. Dua politisi kawakan ini masing-masing saling melapor, setelah sebelumnya RR dipolisikan Edwin atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan korupsi Kamis (17/5/2018), giliran Selasa (22/5/2018) RR balik polisikan Edwin atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan mengacaukan kegiatan peribadatan.

“Iya benar, tadi pukul 12.30 WIT kami sudah laporkan, “ ujar kuasa hukum Richard Rahakbauw, Fahri Bachmid ketika dikonfimasi detikmaluku.com, Selasa (22/5/2018).

Fahri mengatakan dalam rilisnya, setelah Edwin resmi dilaporkan ke Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan (BAP) terhadap korban yaitu Richard Rahakbauw oleh penyelidik Ditreskrimum Polda Maluku yang dilakukan sejak pukul 13.30 – 16.00 WIT diruang Subdit III Lt.2 Ditreskrimum Polda Maluku.

Kandidat Doktor Hukum Tata Negara UMI Makassar ini menjelaskan, secara teknis Laporan Polisi yang diajukan ada dua laporan yaitu, pertama adalah berdasarkan Tanda Bukti Lapor (TBL) No.TBL/276/V/2018/Maluku/SPKT, tertanggal 22 Mei 2018 yang mana dalam pokok laporannya adalah Edwin A. Huwae diduga telah melakukan tindak pidana mengacaukan kegiatan peribadatan.

Dia menguraikan, pada Rabu 16 Mei 2018 sekitar pukul 22.00 WIT, Edwin A. Huwae datang kerumah kediaman korban RR malam itu untuk melakukan kekacauan terhadap aktifitas keagamaan (peribadatan) terhadap Jemaat Gatik (Galala – Hative Kecil). Yang bertindak sebagai pemimpin ibadah Pendeta Sonya Matehelemual dan refleksi serta doa syafat dibawakan Pendeta J. Relebulan (Emeritus).

Sebelum doa syafat di mulai, masuklah Edwin dengan reaksi yang arogan sambil memberi ancaman kepada jemaat Gatik Sektor Efrata dengan mengatakan bahwa mereka semua akan dia laporkan kepolisian karena ibadah yang dilakukan adalah ibadah politik.

Berangkat dari arogansi Edwin, korban RR keluar dan menegur maka terjadilah perdebatan dan keributan. Ketua DPRD Provinsi Maluku ini mencacimaki RR dan kegiatan peribadatan terhenti kurang lebih 40 menit. Setelah itu, Edwin kembali ke kediamannya sambil berteriak bahwa ibadah yang dilakukan RR adalah ibadah politik. Pelapor dalam dugaan tindak pidana ini adalah Daniel Mahodim yang juga merupakan peserta Jemaat sekaligus Ketua RT 002/04 Karpan.

Laporan kedua adalah sebagaimana terdapat dalam Tanda Bukti Lapor (TBL) No. TBL/277/V/2018/Maluku/SPKT, bertanggal 22 Mei 2018 dan yang bertindak sebagai Pelapor adalah korban Richard Rahakbauw.

“Berangkat dari keseluruhan rangkaian materil dugaan tindak pidana sebagaimana terdapat dalam kedua laporan polisi tersebut, maka pihak korban RR merasa dirugikan atas serangkaian perbuatan hukum yang telah dipertontonkan oleh Edwin A. Huwae, “ tandasnya.

Fahri meminta kepada Polda Maluku untuk melakukan serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan terhadap Ketua DPRD Edwin A. Huwae atas laporan yang telah dilayangkan sesuai UU RI No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan pihaknya memastikan akan mengawal proses tersebut sampai tuntas. (dm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here