Kunjungi Buru, Menkes Dapat Banyak Aspirasi

0
420
Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek, saat berada di stand pameran milik masyarakat di Desa Savana Jaya, Kabupaten Buru, Jum’at (11/5/2018). detikmaluku.com/Ari

Namlea – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F. Moeloek, akhirnya mengunjungi Kabupaten Buru, Jum’at (11/5/2018). Kunjungan orang nomor satu di Kementerian Kesehatan ini dalam rangka menghadiri acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Maluku tahun 2018 yang dipusatkan di Kota Namlea, Kabupaten Buru, 11-12 Mei 2018.

Saat berdialog bersama stakeholder kesehatan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buru dan masyarakat di Desa Savana Jaya, Kecamatan Waeapo, Jum’at (11/5/2018), Menkes mendapatkan banyak aspirasi. Salah satunya dari dr. Faisal Djunaidi, seorang dokter Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kabupaten Buru. Dia menanyakan soal banyak dokter yang belum berstastus PNS ingin menjadi dokter PNS. Hal inipun langsung direspon Menkes. “Suatu hari saat rapat dengan Pak Presiden Jokowi, beliau menginginkan dulu melihat peta yang ada di seluruh Indonesia. Mana daerah yang merah, artinya PNS sudah melebihi dari 80%. Jadi sisa 20% anggaran mau ngapain buat pembangunan, semua habis untuk bayar gaji, “ jawabnya.

Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek, Plt. Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Bupati Buru Ramly I. Umasugi, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Untung S. Sutarjo dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku di acara dialog bersama Menteri Kesehatan RI bertempat di Desa Savana Jaya, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru.

Begitupun saat Menkes diminta atensinya oleh moderator dialog untuk bisa meningkatkan status Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buru dari tipe D ke tipe C. “Tentu ada syaratnya, kalau sudah memenuhi syarat akan ditingkatkan, “ katanya.

Menkes selanjutnya mempersilahkan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Untung S. Sutarjo, untuk memberikan penjelasan. “Jadi syarat rumah sakit tipe C harus memiliki empat spesialis dasar dan tiga penunjang. Jadi yang menentukan tipe C itu adalah Bupati. Tipe B itu Gubernur. Dan tipe A itu Menteri, “ tandasnya.

Antusias peserta menghadiri dialog bersama Menteri Kesehatan RI

Seperti diketahui, sejumlah kegiatan dilakukan Menkes dalam kunjungannya di Kabupaten Buru, diantaranya mengunjungi tempat penyulingan minyak kayu putih milik Fredi Hong Dianto di Kota Namlea, meninjau Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buru yang bertempat di Desa Lala, berdialog dengan stakeholder kesehatan, Forkopimda dan masyarakat di Desa Savana Jaya, mengunjungi pameran kesehatan di halaman kantor Bupati Buru serta membuka acara Rakerkesda Provinsi Maluku tahun 2018 bertempat di aula kantor Bupati Buru. (dm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here