DPR RI Apresiasi Kementan Ekspor 18 Ribu Ton Pisang

0
569
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dr. Michael Wattimena

Jailolo – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Maluku Utara. Salah satunya memantau perkembangan hortikultura, utamanya komoditas pisang di Halmahera Barat (Halbar).

“Saya meninjau langsung pertanaman disini. Sangat luas, sebesar 62 persen pisang Maluku Utara berada di Halbar dan 29 persen di Halsel,” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Michael Wattimena pada acara Deklarasi Petani Sebagai Profesi Unggulan dan Kampanye Kedaulatan Pangan Lokal di Jailolo, Minggu (29/4/2018).

“Pisang jenis mulu bebe yang dominan, disamping ada pisang raja, pisang tanduk api, pisang sepatu, dan lainnya tumbuh subur di sini,” Wattimena menambahkan.

Ia mendorong agar pisang terus dikembangkan disini juga agar dikembangkan jeruk siem dan durian sehingga petani di Maluku dan Maluku Utara dan wilayah timur lainnya harus lebih sejahtera.

“Saya apresiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang telah berhasil ekspor pisang 18 ribu ton dan tidak ada impor,” terangnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Suwandi saat mendampingi kunjungan kerja tersebut mengatakan, secara nasional, tahun 2017 luas pisang jumlahnya 90 ribu hektare dan produksinya 7,1 juta ton. Sejak 2015 tidak impor dan bahkan telah ekspor.

“Pada 2017 telah ekspor 18 ribu ton senilai Rp120 miliar ke China, Malaysia, Jepang, Korea, Singapura, Emirat Arab, Oman dan lainnya. 2018 ini diharapkan ekspornya naik lagi,” jelasnya Wandi.

Dirinya mengatakan, mendorong ekspor dan pengendalian impor ini sesuai arahan Mentan Amran. “Kita terus mengembangkan sentra sentra hortikultura yang unggul dan bernilai ekonomi. Pendekatannya kawasan, bisa buah-buahan maupun sayuran. Selain pisang di Halbar, juga mengembangkan Jeruk Siem di Tidore Kepulauan, Kepulauan Sula dan Halmahera Tengah. Juga Mangga di Tidore Kepulauan dan Durian di Morotai,” lanjutnya.

Bupati Halbar Danny Missy, mengatakan, Halbar siap mengembangkan komoditas unggulan pisang hulu bebe, kentang, kol, wortel, disamping jagung dan cengkeh.
“Untuk perluasan pisang mulu bebe sebentar selesai proses sertifikasi dan mendongkrak perbenihannya. Ini mensejahterakan petani” jelasnya.

Sementara itu Arnold, pemuda tani Desa Gamnyial, Kecamatan Sahu Timur, Halbar,  menyampaikan terima kasih dikunjungi Pak Michael Wattimena. “Beliau sering turun ke lapangan, memberi dukungan kami untuk lebih giat,” tandasnya.
Menurutnya, petani itu lebih beruntung, tergantung mengelolanya. Banyak sumber pendapatan dari pisang, padi, dan lainnya. Sudah 20 tahun bertani tanam 1.370 pohon pisang dan targetnya 10.000 pohon.
Disini, jelas Arnold, pola berkelompok 12 orang. Hasilnya dibeli dibo-dibo (pedagang) jadi tidak sulit jualnya. Lumayan sekitar Rp5 juta perbulan bisa untuk hidup sehari hari dan sekolah anak. (media harapan/dm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here