Ultah Kab. Buru Ke-17, Ini Capaian Keberhasilan Pemerintahan Ramly-Johanna

0
323

Namlea – Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Buru Ke-17 yang jatuh setiap tanggal 12 Oktober baru saja dilewati. Peristiwa bersejarah ini tidak akan pernah dilupakan oleh setiap masyarakat dan stakeholder di Kabupaten Buru saat Kabupaten Buru resmi menjadi kabupaten hasil pemekaran Daerah Otonom 17 tahun silam tepatnya 12 Oktober 1999.

Di usianya yang ke-17 tahun, wajah Kabupaten Buru saat ini telah mengalami banyak kemajuan signifikan di berbagai sektor pembangunan dan pemberdayaan.

Pemerintahan Ramly I. Umasugi – Juhana Soedrajat sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih melalui Pemilihan Kepala Daerah tahun 2012 lalu sudah menorehkan capaian keberhasilan.

Diantara capaian keberhasilan itu sebut saja, di sektor pariwisata event pariwisata Pemerintah Kabupaten Buru bertajuk Festival Pesona Bupolo telah resmi masuk sebagai kalender pariwisata nasional tahunan yang diselenggarakan.

“Festival Pesona Bupolo yang di launching tanggal 28 September 2016 di kantor Kemenpera di Jakarta, menandakan Festival Pesona Bupolo telah masuk agenda wisata nasional yang akan dilaksanakan setiap tahunnya. ,” tandas Ramly Umasugi dalam pidatonya pada acara sidang paripurna istimewa dengan agenda perayaan HUT Kabupaten Buru Ke-17 di gedung DPRD Kabupaten Buru, Kota Namlea, Selasa (11/10).

Keberhasilan pemerintahan Ramly-Johanna selain pada sektor pembangunan dan pemberdayaan, untuk pertama kalinya Kabupaten Buru berhasil memperoleh predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian dari badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) pada tahun anggaran 2015.

Predikat opini WTP dari BPK itu merupakan capaian tertinggi yang diperoleh Pemkab Buru karena dinilai berhasil dalam pengelolaan keuangan daerah baik dari sisi administrasi maupun fisik.

Selanjutnya, di sektor pendidikan pemerintahan Ramly-Juhana terus dikembangkan dengan menyekolahkan siswa-siswa berprestasi dengan memberikan bantuan pendidikan di berbagai jenjang pendidikan.

Kemudian program Gerakan Bupolo Magrib Mengaji yang dilakukan oleh Pemkba Buru dengan Bupati Buru  Ramly I. Umasugi dikukuhkan sebagai Bapak Gelora oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Program ini sasaranya untuk membentuk mental spritual yang mengarah pada keimanan dan dapat menciptakan masyarakat akhlak al karim. (dm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here