Sebut Ramly Teroris, Hari Ini Tim Hukum RAMA Polisikan Ikram Umasugi

0
222

Ambon – Proses pemilihan kepala daerah di Kabupaten Buru yang akan digelar Februari 2017 mendatang,  telah masuk tahapan kampanye damai. Kampanye damai oleh setiap pasangan calon sejatinya harus dimanfaatkan sebagai panggung untuk mempertajam visi misi dan program agar bisa menarik simpati dari pemilih. Atau kampanye damai dimanfaatkan untuk mengajak publik (pemilih) untuk saling menjaga suasana kedamaian dan kondusifitas selama proses Pilkada berlangsung. Bukan sebaliknya, kampanye damai dimanfaatkan untuk saling menyerang pribadi kandidat tertentu atau orasi yang disampaikan merupakan orasi politik yang berbau provokatif.

Namun, ada yang berbeda dalam kampanye damai di Pilkada Buru, Jum’at (28/10). Ikram Umasugi, Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bakir Lumbessy – Amrullah Rully Madani (BARU), menyebut pasangan calon Bupati Ramly Umasugi sebagai teroris.

Terkait dengan pernyataan Ikram Umasugi itu, tim hukum pasangan calon Ramly Umasugi – Amus Besan (RAMA), menganggap materi kampanye Ikram tidak pantas dan tidak memberikan edukasi. Tim hukum pasangan calon RAMA juga menyesalkan dan mengecam keras materi kampanye yang disampaikan Ikram Umasugi.

“Pernyataan Ikram Umasugi bahwa Ramly Umasugi sebagai teroris, telah secara nyata dengan sengaja melakukan pelanggaran kampanye yang bernada provokatif sebagaimana diatur dalam UU RI No. 10/2016 tentang Pilkada, karena melakukan kekerasan verbal, “ ujar Fahri Bachmid, Ketua tim hukum pasangan calon RAMA, seperti dikutip dalam rilisnya yang diterima redaksi detik-maluku.com, Jum’at (28/10).

Fahri kemudian menjelaskan, materi kampanye Ikram Umasugi yang bernada provokatif dengan menyerang pribadi apalagi bersifat memfitnah dan mencemarkan nama baik seseorang, bukan saja melanggar norma dan aturan Pilkada. Tetapi, telah bersifat pidana (crime). Menurut Fahri, hal itu merupakan kejahatan yang dilakukan secara terbuka di depan khalayak ramai. Atas hal itu, pihaknya telah mengambil langkah-langkah hukum baik berupa administratif dengan melaporkan ke Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Buru dan ke kepolisian daerah (Polda) Maluku.

“Hari ini, Sabtu (29/10), kami masukan lapora resmi ke Polda Maluku. Kami laporkan atas tindak pidana fitnah/penistaan dan pencemaran nama baik yang diatur dalam pasal 331 KUHP. Saat ini kami sedang menyusun laporannya, “tandas Fahri.

Ditmpat terpisah, Ketua Panwas Kabupaten Buru, Mus Latuconsina, yang dihubungi redaksi detikmaluku.com, mengatakan dirinya sudah menerima informasi hari ini tim pasangan calon RAMA akan melaporkan ketua tim pasangan calon BARU ke kantornya.

“Saya sedang di Ambon mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) oleh Bawaslu Provinsi Maluku. Tapi saya sudah terima informasi dari staf di Namlea bahwa hari ini tim pasangan calon RAMA akan memasukan laporan ketua tim pasangan calon BARU saat kampanye damai, “ tandas Mus. (dm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here