MK Tolak Gugatan BARU, Mei RAMA Siap Dilantik

0
208

Ambon – Seperti diprediksi sebelumnya, Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Pilkada Buru 2017 akhirnya dimenangkan oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buru Ramly Umasugi – Amus Besan (RAMA). Mahkamah Konstitusi menolak secara keseluruhan gugatan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buru Bakir Lumbessy – Amrulllah Madani Hentihu (BARU). Dengan hasil putusan MK ini, maka dipastikan mei 2017 mendatang pasangan calon RAMA sudah bisa dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buru terpilih.

Mahkamah Konstitusi melalui persidangan pleno Majelis Hakim Konstitusi dengan agenda pengucapan putusan dalam perkara Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Bupati Buru tahun 2017 dengan nomor perkara : 20/PHP-BUP/XV/2017 pada hari ini Senin, 3 April 2017, tepat pukul 16.30 WIB yang bertempat di lantai II Ruang Persidangan Pleno Gedung MK, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta. Di dalam pertimbangan hukum MK terkait putusan “a quo” hakim MK, mendasarkan konstruksi argumentasi yuridisnya pada ketentuan norma pasal 157 dan 158 khususnya ketentuan tentang ambang batas 2 %. Sehingga MK tetap kokoh dengan pendirianya seperti terdapat dalam putusan-putusan terdahulu pada Pilkada serentak tahun 2015, keberlakuan pendirian dan sikap hukum tersebut secara “mutatis mutandis” juga dipedomani untuk memutus perkara PHP dalam Pilkada serentak tahun 2017 ini telah menjadi faste yurisprudence atau yurisprudensi tetap mahkamah bahwa kebijakan (politik hukum) pembentuk undang-undang yang mengatur pembatasan 2 % adalah bersifat “open legal police” atau kebijakan pengaturan hukum terbuka yang secara filosofis mengandung nilai-nilai edukasi berdemokrasi yang baik dan konstruktif.

“Artinya bahwa tidak semua persoalan Pilkada secara serta merta dapat diajukan ke MK, dengan dasar itu maka MK tetap konsisten menegaskan serta menegakan ketentuan norma pasal 158 UU RI No.10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota sepanjang menyangkut dengan pembatasan 2 % sebagai syarat formil pengajuan Permohonan PHP ke MK seperti pendapat hukum yang kami ajukan dalam eksepsi tim kuasa hukum pasangan calon Ramly Umasugi – Amus Besan (RAMA) bahwa syarat formil 2% merupakan kriteria pengajuan PHP ke MK adalah bersifat absolut yang wajib dipenuhi oleh pemohon sekaligus merupakan syarat utama pemenuhan “legal standing” pemohon dalam pengajuan permohonan PHP ke MK,” tandas ketua tim hukum pasangan calon RAMA, Fahri Bachmid, kepada detikmalukucom, Senin (3/4).

Dengan demikian, berdasarkan fakta persidangan bahwa pemohon yakni pasangan calon Bakir Lumbessy dan Amrullah Madani Hentihu (BARU) sama sekali tidak mempunyai kedudukan hukum (legal standing) sebagai pemohon karena tidak memenuhi syarat ambang batas 2 %. Berdasarkan fakta tersebut, maka Mahkamah Konstitusi di dalam amar putusanya menyatakan menerima eksepsi dari kuasa hukum pasangan RAMA serta menyatakan permohonan pemohon (BARU) tidak dapat diterima.

Putusan itu menurut Fahri yang merupakan kandidat Doktor Ilmu Hukum Tata Negara UMI Makassar ini, jauh hari mereka telah diprediksi secara hukum bahwa MK akan memutus sesuai seperti yang kami minta dengan putusan ini. Maka berdasarkan UU No.24 tahun 2003 tentang MK, maka MK merupakan lembaga peradilan yang mengadili perkara pada tingkat pertama dan terakhir yang putusanya bersifat final dan mengikat (final and binding) sehinga tidak ada lagi upaya dan sarana hukum yang tersedia. Semuanya telah selesai dan KPUD sebagai lembaga terkait akan menindak lanjuti putusan itu sesuai kewengan hukum yang tersedia berdasarkan UU RI No.15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum maka dipastikan dalam waktu dekat sekitar ahir bulan mei 2017 Bupati dan Wakil Bupati Buru terpilih telah dapat dilantik sesuai dengan agenda nasional yang telah ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri.

“Kami pastikan seluruh proses dan tahapan serta proyeksi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Buru terpilih akan berjalan sesuai agenda pemerintah,” pungkas Fahri.  (dm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here