HIPPMAK Minta Jurnalis Tidak Sudutkan Sesepuhnya

0
505
Ketua Umum PB HIPPMAK Malik Raudhi Tuasamu.

Ambon – Pengurus Besar (PB) Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kailolo (HIPPMAK) meminta jurnalis dan media di Kota Ambon untuk tidak berlebihan dalam menyajikan berita yang terkesan memvonis atau menyudutkan dua orang sesepuh Negeri Kailolo yakni, Husen Marasabessy dan Abu Bakar Usemahu terkait insiden Rumah Kopi Lela.

Ketua Umum PB HIPPMAK Malik Raudhi Tuasamu menyatakan, jurnalis atau media dalam penyajian berita seharusnya mengedepankan asas praduga tak bersalah atau lebih mengedepankan kode etik jurnalistik sebagaimana diatur dalam Pasal 1 dan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Kami minta kepada jurnalis dapat menyajikan pemberitaan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum harus menghormati asas praduga tak bersalah, prinsip jujur, adil serta penyajian berita yang berimbang sebagaimana tertuang dalam kode etik jurnalistik, “ katanya dalam jumpa pers di Ambon, Selasa (10/4/2018).

Selain itu, untuk mendapatkan rasa keadilan di mata hukum, HIPPMAK juga meminta kepada Dewan Pers untuk melakukan sidang kode etik dan memberikan sanksi tegas terhadap oknum wartawan atas nama Sam Usman Hatuina yang telah mengambil gambar narasumber secara sembunyi-sembunyi di Rumah Kopi Lela tanpa menunjukkan identitas diri kepada narasumber sehingga narasumber menduga adanya itikad buruk.

Menurutnya, selain berprofesi sebagai jurnalis, Sam Usman Hatuina juga diketahui sebagai anggota atau simpatisan Partai PDI Perjuangan sehingga terkesan keberpihakan terhadap salah satu calon Gubernur Maluku.

“Semua bukti gambar yang menunjukkan bahwa Sam Usman Hatuina selain seorang jurnalis juga sebagai anggota atau simpatisan PDIP sudah kami lampirkan dalam tuntutan kami untuk diserahkan kepada Dewan Pers. Kami minta Dewan Pers dapat bersikap adil dengan memberikan sanksi kode etik,” kuncinya. (dm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here