Jubir SANTUN: Serangan Black Campaign Tak Cerminkan Budaya Orang Maluku

0
1098
Juru Bicara pasangan SANTUN, Fuad Bachmid.

Ambon, detikmaluku.com: Kontestasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku akan dihelat Juni 2018 mendatang. Dengan melihat perkembangan yang ada, petahana Said Assagaff masih memiliki keunggulan dibanding penantang lain. Hal ini bisa dibuktikan melalui sejumlah hasil survei yang menempatkan gubernur petahana Said Assagaff masih menjadi idola masyarakat Maluku.

Namun, ternyata ada strategi lain yang digunakan lawan politik untuk menumbangkan petahana yakni dengan menyebar luaskan berita hoax melalui media sosial untuk menyerang gubernur petahana Said Assagaff. Beberapa konten berita serta gambar melalui akun facebook disebarkan yang tujuannya mendiskreditkan gubernur petahana.

Hal itu bisa dilihat dari salah satu akun Fanspage “Selamatkan Maluku”, dimana terdapat postingan gambar gubernur Maluku Said Assagaff yang berpasangan dengan Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun (SANTUN) telah diedit dan ditulis: “Biar Maluku Miskin Yang Penting Katong Dua Bahagia”. Postingan status itu sontak direspons oleh tim pemenangan pasangan calon SANTUN.

Melalui juru bicaranya Fuad Bachmid, menyatakan sangat menyesalkan pihak-pihak yang telah membuat, mengedit dan menyebarluaskan gambar pasangan SANTUN dengan konten berupa kalimat-kalimat yang sifatnya membohongi dan menyesatkan publik

“Kami mengecam keras pihak-pihak tertentu yang telah menggunakan cara cara kotor untuk menyerang pasangan SANTUN melalui penyebaran konten gambar di media sosial yang sifatnya menyesatkan dan membohongi publik,” ujar Fuad, Kamis (8/2).

Menurut Fuad, langkah menyebarluaskan gambar dengan mengedit konten pesan didalam gambar tersebut yang jauh dari kebenaran sesungguhnya sangatlah bertentangan dengan UU tentang Informasi Teknologi Elektronik juga sangat bertentangan dengan UU Hak Cipta sebab sudah mengedite secara sepihak gambar, tagline serta konten dari gambar asli yang diluar batas batas kewajaran. Usaha tersebut juga dinilai sebagai cara-cara yang diluar etika dan kesantunan berpolitik sebagai orang Maluku.

“Cara-cara seperti ini selain menabrak hukum positif, cara seperti ini juga sangat tidak mencerminkan budaya dan perilaku kita sebagai orang Maluku yang memiliki tatanan norma kesantunan yang kuat dan sudah terbangun semenjak dulu,” tandasnya.

Menurutnya, era teknologi digital sekarang ini seperti cyber space, informasi elektronik dan lain sebagainya harusnya dimanfaatkan untuk menyampaikan hal-hal positif yang bertujuan untuk memberikan edukasi politik yang baik buat masyarakat. Bukan sebaliknya, dipergunakan untuk menyerang lawan politik diluar tata krama dan norman hukum positif.

“Kalau lawan politik yakin jagoannya menang dan programnya bisa diterima publik, kenapa tidak di publish hal-hal positif yang berkaitan dengan terobosan program mereka kedepan. Itu kan bagus, supaya membangun simpati rakyat. Bukan dengan cara cara yang melabrak budaya kita sebagai orang Maluku,” katanya.

Menurutnya, upaya serangan black campaign melalui media sosial itu merupakan strategi penjajahan gaya baru yang tidak terima dengan budaya berpolitik orang Maluku yang dikenal SANTUN dan memiliki hubungan persaudaraan yang kuat. “Orang yang lahir, tumbuh, besar dan berkarya di daerah ini pasti paham betul soal tradisi berpolitik yang sebenarnya yakni tak mungkin merusak saudaranya sendiri dengan cara cara yang tidak beretika. Jadi yang dilakukan oleh pihak lain yang menyebarkan konten gambar negatif di media sosial itu merupakan penjajah gaya baru yang mau mengobrak abrik tatanan tradisi berpolitik kita yang terpupuk semenjak dulu,” tandasnya.

Selain itu, tim pemenangan pasangan SANTUN akan bersikap untuk mengambil langkah hukum terhadap penyebaran gambar berkonten negatif di media sosial dengan menyerahkan kepada tim hukum/advokasi pasangan SANTUN untuk mengkaji.

Fuad pun memastikan, penyebarluasan gambar pasangan SANTUN berkonten negatif itu tidak terlalu berpengaruh besar terhadap pemilih pasangan SANTUN. Sebab menurutnya pendukung pasangan SANTUN sebagian besar adalah strong voters yang sulit untuk berpindah dukungan. “Tak ada kekhawatiran, ini hanya permintaan kami agar berkampanye dengan cara cara yang elegan. Pemilih kita itu sebagian besar strong voters, jadi propaganda model bagaimanapun tak akan membuat mereka berpindah kelain hati. Apalagi lawan lawan politik memakai cara cara tidak benar, justru militansi mereka akan meningkat, mengkristal menjadi pemilih yang tak bisa dibeli dan dibarter dengan apapun. Jadi cara-cara seperti ini justru akan menjadi tsunami politik bagi lawan lawan politik kita sendiri, makanya kita tetap on the track,” tutupnya. (dm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here