Pemuda Maluku Titip Ketertinggalan Kilmury di Kongres HMI

0
426
Koordinator #SaveKilmury Arman Kalean

Ambon, detikmaluku.com: Jelang Kongres HMI XXX di Kota Ambon 14-21 Februari 2018 mendatang, sejumlah aktivis gerakan #SaveKilmury berharap momentum Kongres tersebut dapat mengeksekusi keterisolasian kecamatan yang letaknya di Kabupaten paling timur di Maluku, Seram Bagin Timur itu.

Koordinator #SaveKilmury yang juga Ketua Bidang Perencanaan Pembangunan Daerah DPD KNPI Maluku Arman Kalean, menilai momentum Kongres HMI yang dihadiri Presiden, Wakil Presiden dan sejumlah pimpinan lembaga negara tersebut merupakan waktu yang tepat untuk menyampaikan realitas 72 Tahun Kilmury hidup tanpa kehadiran negara.

Kalean mengakui, Kongres hanya sebatas sebuah pertemuan atau persidangan dalam internal HMI. Namun, penunjukan Maluku sebagai tuan rumah pelaksanaan agenda tersebut harus dapat memberikan konstribusi terhadap Maluku.
“Sejauh ini kami memantau perkembangan informasi Kongres. Kami dapati kesedian pejabat negara seperti Ketua DPD RI, Ketua MPR RI, Ketua DPR RI dan sejumlah menteri bahkan Presiden dan Wakil Presiden berkenaan hadir dalam Kongres ini,” tandas Arman kepada detikmaluku.com, Selasa (6/2).

Dikatakan, pihaknya sudah menyurati Badan Koordinasi (Badko) HMI Maluku dan Maluku Utara sebagai perpanjangan tangan Pengurus Besar (PB) HMI di wilayah untuk dipresure dalam sebuah rekomendasi khusus agar masalah keterisolasian Kilmury bisa segera teratasi.
“Kami berharap momentum akbar yang baik ini dapat memberikan kabar baik pula terhadap masyarakat yang ada Kilmury, “ harap Arman.

Untuk diketahui, gerakan sosial #SaveKilmury telah didengungkan sejak 2016 lalu. Kilmury berada di wilayah administratif Kabupaten Seram Bagian Timur. Pemandangan kehidupan di kecamatan tersebut akan didapati sekelompok orang yang menyabung nyawa dengan menyeberangi sungai. Peristiwaa itu sudah berlangsung selama puluhan tahun. Hal lainnya, kebutuhan elementer masyarakat seperti jaringan listrik dan telkomunikasi menjadi hal yang paling mahal. Di kecamatan itu, sebanyak empat belas desa terpisah-pisah oleh sungai Tala dan tak memiliki jembatan.
Akibat dari keterisolasian ini, Aparatur Sipil Negara (ASN), guru dan tenaga kesehatan banyak yang tidak bentah tinggal saat ditugaskan di wilayah tersebut.

Di tempat lain, Ketua Umum Badko HMI Maluku dan Maluku Utara, Adhit Sella saat dikonfirmasi menyambut baik ide brilian kelompok #SaveKilmury. Dirinya berjanji akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membicarakan hal tersebut lebih lanjut. (dm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here